Indonesia adalah negeri yang kaya akan budaya, begitupun dengan keunikan rumah adatnya yang beraneka macam. Ada lebih dari ratusan rumah adat yang ada di negeri ini, baik yang dulu pernah ada ataupun yang sekarang ini sudah mulai hilang termakan jaman. Tapi kalian tau gak sih, ternyata di Indonesia ada beberapa rumah adat yang unik dan telah mendunia Lho? Bahkan ada yang umurnya sudah ratusan tahun.

Rumah joglo adalah rumah tradisional Jawa yang umum dibuat dari kayu  jati. Atap joglo berbentuk tajug, semacam atap piramidal yang mengacu  pada bentuk gunung. Dari sinilah nama joglo tersebut muncul. Istilah  joglo berasal dari dua kata, ‘tajug’ dan ‘loro’ yang bermakna  ‘penggabungan dua tajug’

Bentuk atap tajug ini dipilih karena  menyerupai bentuk gunung. Sedangkan masyarakat Jawa meyakini bahwa  gunung merupakan simbol segala hal yang sakral. Diantaranya adalah  karena gunung merupakan tempat tinggal para dewa.

Toraja memiliki rumah adat unik yang bernama Tongkonan. Rumah adat Toraja ini memiliki atap yang melengkung seperti perahu yang dibuat dari susunan bambu. Saat ini, sebagian tongkonan juga sudah menggunakan seng sebagai bahan pembuat atapnya. Pada bagian depannya terdapat deretan tanduk kerbau.

Tongkonan berasal dari kata “tongkon” yang berarti duduk bersama-sama. Terdapat lumbung padi yang dibuat dari batang pohon palem yang disebut “alang” di depan rumah adat toraja ini. Di bagian lumbung tersebut terdapat berbagai macam ukiran di antaranya bergambar matahari dan ayam yang merupakan simbol untuk menyelesaikan perkara.

RUMAH ADAT MINANGKABAU  Sumatera Barat  ini  merupakan salah satu provinsi di Negara Indonesia yang lokasinya terletak di tengah-tengah Pulau Sumatera dengan menjadikan kota Padang sebagai Ibu kotanya. Sesuai dengan namanya, Sumatera Barat ini memang lokasinya terletak di tepi barat Pulau Sumatera.

Kepulauan Mentawai dan pulau-pulau lainnya yang berada di Samudera Hindia ini masih termasuk kedalam wilayah atau daerahnya. Provinsi ini dihuni oleh penduduk yang berasal dari suku Minangkabau sebagai suku asli dan juga sekaligus suku mayoritasnya.

Suku Minangkabau atau juga sering disebut oleh orang-orang dengan sebutan orang minang merupakan suku Melayu yang mempunyai kehidupan atau budaya dan karakteristik yang sangat unik. Mereka semua selain dari pintar berniaga, pintar memasak, dan suka merantau, orang-orang minang juga memiliki sebuah simbol budaya yang mana simbol budaya tersebut sangat dikenal di seluruh dunia.

Simbol budaya tersebut ialah rumah gadang, yang mana pada saat ini rumah gadang sudah resmi dan juga ditetapkan emnjadi rumah adat minangkabau di Provinsi Sumatera Barat.

Tahukah Anda bahwa ada satu kampung adat di Indonesia yang mendapatkan Award of Excellence dari UNESCO? Kampung adat ini adalah Wae Rebo yang terdapat di Gunung Pocoroko, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Sejak mendapatkan gelar itu, kampung adat ini menjadi primadona baru dan banyak orang yang ingin mengunjunginya meskipun membutuhkan perjuangan untuk mencapai kampung ini.
Anda harus menempuh perjalanan kaki selama 4,5 jam karena Wae Rebo terletak sejauh 9 kilometer dari kampung terakhir di Denge, Untuk mencapainya pun anda perlu berjalan di jalan setapak dengan kemiringan 45 derajat yang berada di antara hutan lebat. Cukup berat bukan?
Mbaru Niang adalah rumah adat yang memiliki 5 tingkat yang ada di Kampung adat Wae Rebo. Keunikan rumah adat ini karena bentuknya yang tak biasa, yaitu mengerucut di bagian atap hingga hampir menyentuh tanah. Biasanya, atap Mbaru Niang terbuat dari daun lontar yang sudah kering.
Tingkat satu merupakan tingkat yang langsung kita temui didalam rumah atau biasa disebut dengan nama lutur atau tenda. Tingkat satu biasa digunakan sebagai tempat tinggal. Naik ke lantai dua adalah ruangan untuk menyimpan bahan makanan dan barang. Lantai ini biasa disebut dengan nama lobo.
Naik lagi ke lantai 3 atau ruang lentar, Anda bisa melihat banyak benih tanaman untuk bercocok tanam. Sama seperti tingkat 1, 2 dan 3, tingkat 4 juga memiliki namanya sendiri, yaitu lempa rae. Lempa rae adalah tempat untuk menyimpan stok cadangan makanan yang berguna saat hasil panen kurang berhasil. Nah, jika masuk di lantai paling akhir atau yang disebut hekang kode, Anda bisa melihat aneka sesajian yang disimpan pemilik rumah untuk para leluhur.
Rumah adat merupakan cerminan dari budaya Bali yang terdapat beberapa nilai-nilai agama Hindu. Ternyata banyak sekali keunikan yang terdapat pada rumah adat tersebut, mulai dari sisi arsitekturnya maupun makna secara filosofi yang terkandung dalam rumah adat tersebut.